BANTUL, Muhammadiyahbs.or.id – “Orang kaya bukanlah yang melimpah hartanya, melainkan yang kaya hatinya.” Pesan inilah yang menjadi benang merah tausiyah Dr. H. M. Busyro Muqoddas dalam Tabligh Akbar Ahad Pon yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banguntapan Selatan pada Minggu (26/4/2026). Bertempat di Pusdiklat Haji dan Umrah Tamanan, kegiatan ini mengangkat tema “Menabung Pahala, Mengalir Surganya,” serta dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. M. Busyro Muqoddas. Kehadiran tokoh nasional ini menarik antusiasme ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Banguntapan.
Optimalisasi Amal Usaha dan Rencana Strategis PCM Dalam sambutannya, Ketua PCM Banguntapan Selatan, Aris Abdullah, menekankan pentingnya sinergi dalam mengelola aset organisasi. Ia menyoroti keberadaan Balai Pusdiklat Haji dan Umrah yang baru saja diluncurkan bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY.

“Fasilitas ini harus kita maksimalkan sebagai pusat layanan dan pembinaan umat. Bukan sekadar gedung, tapi jantung pergerakan dakwah di tingkat ranting dan cabang,” tegas Aris.
- Selain itu, Aris memaparkan beberapa agenda strategis, di antaranya:
Pengembangan Pendidikan: Penguatan program Bimbingan Belajar (Bimbel) sebagai bentuk kontribusi nyata di bidang pendidikan. - Pembebasan Lahan: Program pembebasan tanah Muhammadiyah di wilayah Bopongan yang diproyeksikan sebagai ladang amal jariyah bagi para jamaah.
Pesan Dakwah: Antara Kekayaan Hati dan Kejujuran Mengawali ceramahnya, Busyro Muqoddas mengajak jamaah untuk konsisten memakmurkan majelis ilmu sebagai jalan meraih husnul khatimah. Ia menekankan bahwa keaktifan dalam kegiatan keagamaan adalah bentuk kekayaan spiritual yang tak ternilai.

Busyro juga memberikan perspektif kritis mengenai tanggung jawab lingkungan. Ia menceritakan pengalamannya saat meninjau tambang nikel di Ternate. Ia menyayangkan kerusakan ekologi akibat limbah yang mencemari sungai, yang menurutnya adalah cerminan dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap amanah bumi.
Muhammadiyah: Tertib Administrasi dan Kepercayaan Publik Salah satu poin kuat dalam ceramah tersebut adalah mengenai kepercayaan publik (public trust) terhadap Muhammadiyah. Busyro menyebutkan bahwa banyak pihak, termasuk kalangan non-Muslim, memberikan wakaf melalui Muhammadiyah karena sistem administrasinya yang transparan dan akuntabel.
- Prestasi Lazismu: Lembaga zakat Muhammadiyah diakui meraih peringkat atas dalam aspek kejujuran berdasarkan audit nasional.
- Prinsip Resiprokal: Busyro mengingatkan bahwa kejujuran akan berbuah kebaikan bagi pelakunya, begitu pula sebaliknya.
Filosofi Pohon yang Baik Menutup tausiyahnya, Busyro mengutip QS. Ibrahim ayat 24–25 tentang perumpamaan kalimat thayyibah seperti pohon yang akarnya menghujam ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit, senantiasa memberikan manfaat di setiap musim.
Acara yang berlangsung dari pukul 05.30 hingga 07.00 WIB ini diakhiri dengan doa bersama. Tabligh Akbar Ahad Pon ini diharapkan tidak hanya menjadi penguat spiritual, tetapi juga momentum penguatan gerakan dakwah akar rumput di lingkungan PRM Tamanan dan sekitarnya.
Kontributor: Tim Media PCM Banguntapan Selatan