Banguntapan, Bantul — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banguntapan Selatan kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Pengajian Padang Bulan #31 dalam edisi spesial memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kamis malam, 27 Rajab 1447 H / 15 Januari 2026, bertempat di Masjid KH. Ahmad Dahlan PCM Banguntapan Selatan, Jalan Pleret Km 1,3 Buk Duwur. Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai unsur persyarikatan dan masyarakat sekitar. Suasana pengajian berlangsung khidmat, penuh semangat kebersamaan, serta sarat makna spiritual.
Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid KH. Ahmad Dahlan, Ustadz Cahyono, mewakili PCM Banguntapan Selatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Ia menjelaskan, Masjid KH. Ahmad Dahlan akan menghadirkan imam-imam terbaik untuk memimpin salat selama Ramadan, khususnya pada malam Kamis, Jumat, Sabtu, dan Ahad. Beberapa di antaranya berasal dari Masjid Sujak, Masjid Ahmad Dahlan UM, Masjid Harun Asy-Syafi’I dan Pondok Tahfidz Kepuh Wetan. Selain itu, para penceramah tarawih juga akan diisi oleh para mubaligh dari Korp Mubalig Banguntapan Selatan.
Dalam aspek pelayanan jamaah, Masjid KH. Ahmad Dahlan menargetkan penyediaan 200–250 porsi buka puasa setiap harinya selama Ramadan. Ustadz Cahyono mengajak jamaah untuk turut ambil bagian sebagai donatur takjil, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memakmurkan masjid dan memperkuat ukhuwah.
Pengajian Padang Bulan #31 menghadirkan Ustadz Purwanto, atau yang akrab disapa Kak Ipung, pendidik di Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Ustadz Purwanto mengajak jamaah untuk tidak hanya mengenang peristiwa Isra Mi’raj sebagai sejarah, tetapi juga menggali spirit dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Ia menekankan bahwa inti dari Isra Mi’raj dapat dirangkum dalam tiga fondasi utama kehidupan seorang muslim: iman, ilmu, dan amal.

Ustadz Purwanto menjelaskan bahwa rasa syukur sejati memiliki tiga tahapan:
- Bersyukur dengan hati, yakni menyadari setiap nikmat Allah sejak bangun tidur, seolah baru saja dibangkitkan dari kematian kecil. Syukur dalam hati melahirkan ketenangan jiwa.
- Bersyukur dengan lisan, melalui ucapan tasbih dan tahmid sebagai wujud kesadaran akan kesucian Allah dan limpahan nikmat-Nya.
- Bersyukur dengan amal perbuatan, tahap tertinggi sekaligus terberat, karena membutuhkan kesungguhan dalam beribadah dan konsistensi dalam amal saleh.
Menurutnya, niat baik tanpa keseriusan beramal tidak akan membuahkan hasil yang maksimal di sisi Allah SWT. Lebih lanjut, Ustadz Purwanto menguraikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan perhatian pada tiga aspek penting:
- Aspek fisik — Rasulullah SAW mencontohkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh sebagai sarana menunjang ibadah.
- Aspek intelektual — Peristiwa Isra Mi’raj tidak harus dinalar secara rasional semata, melainkan diterima dengan keyakinan penuh bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah.
- Aspek spiritual — Penguatan iman, pendalaman ilmu, dan pengamalan amal saleh sebagai wujud ketaatan sejati.
Ia juga mengingatkan bahwa semakin kuat iman seseorang, semakin besar pula ujian yang dihadapi. Untuk menjaga keteguhan iman, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan mempererat hubungan dengan Allah SWT. Dalam ceramahnya, Ustadz Purwanto menyampaikan langkah-langkah praktis menghadapi masalah:
- Berwudhu untuk menenangkan diri,
- Melaksanakan salat hajat,
- Membaca Al-Qur’an,
- Berdoa dengan sungguh-sungguh,
- Berbuat baik kepada sesama.
Ia menegaskan bahwa ilmu sejati akan melahirkan kerendahan hati, bukan prasangka buruk atau keluhan berlebihan. Puncak dari ilmu adalah amal, yang harus dijalankan dengan komitmen, profesionalisme, dan kedisiplinan.
“Salat tepat waktu adalah contoh profesionalisme dalam beragama. Begitu pula hidup, harus dijalani dengan seimbang: makan profesional, tidur profesional, dan bertindak penuh tanggung jawab karena setiap perbuatan memiliki konsekuensi,” tegasnya.
Sebagai penutup, Ustadz Purwanto mengajak seluruh jamaah untuk:
- Mempertebal iman,
- Menjalani hidup dengan komitmen,
- Bersikap konsekuen,
- Menjaga konsistensi (istiqamah),
- Serta menyerahkan segala harapan terbaik hanya kepada Allah SWT.
Pengajian Padang Bulan #31 ini menjadi momentum penting bagi warga Muhammadiyah Banguntapan Selatan untuk memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah, serta mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan lebih matang, baik secara pribadi maupun kelembagaan.