BANTUL – Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banguntapan Selatan, Dr. Ayif Fathurrahman, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah kini tidak hanya terbatas pada ceramah lisan, tetapi juga merambah ke ranah ekonomi sebagai bentuk aksi nyata. Hal itu ia sampaikan dalam ceramah Zuhur di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (21/04).
Dalam pemaparannya, Ayif menjelaskan bahwa konsep yang kini dikenal sebagai Muhammadiyah Nomics merupakan wujud konkret dari dakwah yang komprehensif, mencakup bil lisan, bil qalam, hingga bil hal. Menurutnya, langkah Muhammadiyah dalam mengembangkan sektor ekonomi, seperti rencana pembangunan industri strategis, menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya berbentuk narasi, tetapi juga aksi yang berdampak langsung bagi umat.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah bukan semata pada besarnya modal finansial, melainkan pada tingginya kepercayaan publik. “Aset besar yang dimiliki Muhammadiyah hari ini lahir dari trust masyarakat, yang dibangun melalui konsistensi dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan sosial,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ayif memaparkan bahwa Muhammadiyah Nomics dibangun melalui sistem yang terstruktur dan masif. Ekosistem ini melibatkan berbagai lini, mulai dari penguatan sumber daya manusia di perguruan tinggi hingga peningkatan kualitas layanan di rumah sakit dan amal usaha lainnya.
Menurutnya, pendekatan ini menjadikan Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan zaman. Istilah Muhammadiyah Nomics hingga fenomena “login Muhammadiyah” yang sempat viral menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah semakin adaptif, inklusif, serta mampu menjangkau generasi milenial dan Gen Z.
Melalui penyampaian ini, Ayif mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran dakwah yang berdampak nyata, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi umat yang berlandaskan nilai kepercayaan, profesionalitas, dan kebermanfaatan luas.