Syaikh Palestina Sampaikan Pesan Perdamaian di Tabligh Akbar PCM Banguntapan Selatan

Bantul — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banguntapan Selatan menyelenggarakan Tabligh Akbar Ahad Pon bersama Syaikh Osama Alyacoubi, ulama asal Palestina, pada Ahad Pon, 2 November 2025. Acara yang digelar di halaman SDN Salakan 2 Mertosanan Wetan, Potorono, Banguntapan, Bantul, ini dihadiri sekitar 3.000 jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah se-Banguntapan Selatan.

Tabligh akbar dimulai sejak pukul 05.30 hingga 07.00 WIB. Selain tausiyah, panitia juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi jamaah yang hadir. Dalam sambutannya, Ketua PCM Banguntapan Selatan, Aris Abdullah, melaporkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, di antaranya program Wisatamu dan kerja sama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Majelis Ekonomi PCM Bangsel dalam pengelolaan lahan UMKM.

Aris juga mengumumkan rencana kegiatan mendatang, seperti Hari Bermuhammadiyah pada 16 November 2025, kegiatan GowesMu yang pendaftarannya dibuka mulai 13 November di setiap ranting, serta Jalan Sehat PDM Bantul pada 23 November 2025 yang akan dimeriahkan dengan doorprize seekor sapi. Ia mengajak seluruh jamaah untuk turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Dalam ceramahnya, Syaikh Osama Alyacoubi menyampaikan kondisi terkini di Palestina pasca gencatan senjata, sekaligus mengajak umat Islam untuk terus peduli dan berdoa bagi rakyat di sana. Ia menjelaskan bahwa Palestina merupakan negeri suci, tempat terjadinya peristiwa Isra Mi’raj dan tempat tinggal banyak nabi.

“Sejak penyerangan terhadap Gaza, 90 persen bangunan hancur. Banyak warga yang kekurangan makanan, bahkan masih ada yang tertimbun reruntuhan,” ungkapnya. Meski demikian, lanjut Syaikh Osama, masyarakat Gaza tetap tabah karena memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang kesabaran dan balasan bagi para syuhada di surga.

Syaikh Osama juga mengutip hadis Nabi tentang kewajiban mencegah kemungkaran sesuai kemampuan. “Doa memang bentuk terlemah dalam mencegah kemungkaran, tetapi doa adalah senjata orang beriman,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa bagi mereka yang tidak bisa berjuang langsung di Palestina, membantu secara materi maupun doa juga merupakan bentuk jihad.

Acara ditutup dengan doa bersama, mendoakan rakyat Palestina agar memperoleh kedamaian dan kebahagiaan seperti yang dirasakan masyarakat Indonesia.

You may also like these