Taman Kuliner Ahmad Dahlan Resmi Diluncurkan, Masjid Muhammadiyah Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Taman Kuliner Ahmad Dahlan Resmi Diluncurkan, Masjid Muhammadiyah Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Bantul — Upaya Muhammadiyah dalam memperluas dakwah di bidang ekonomi kembali diwujudkan secara konkret. Pada Jumat, 7 Februari 2026, Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MEBP PCM) Banguntapan Selatan secara resmi meluncurkan Taman Kuliner Ahmad Dahlan, sebuah kawasan bisnis kuliner yang dirancang sebagai ruang pemberdayaan UMKM masyarakat sekitar.

Peluncuran taman kuliner ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi umat berbasis komunitas, sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang tidak hanya fokus pada aspek ibadah dan pendidikan, tetapi juga kemandirian ekonomi masyarakat.

Yang menarik, Taman Kuliner Ahmad Dahlan berdiri tepat di sekitar masjid pusat dakwah Muhammadiyah, menghadirkan simbol kuat integrasi antara masjid, dakwah, dan aktivitas ekonomi umat. Masjid tidak lagi semata menjadi pusat ritual keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi episentrum penguatan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Sekertaris PCM Banguntapan Selatan, Dr.Ayif dalam laporannya menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi dakwah ekonomi Muhammadiyah.
“Masjid harus hidup, bukan hanya dengan shalat dan pengajian, tetapi juga dengan aktivitas ekonomi yang menyejahterakan jamaah dan masyarakat sekitar. Inilah semangat dakwah Muhammadiyah di bidang ekonomi,” ujarnya.

Taman Kuliner Ahmad Dahlan dirancang sebagai ruang usaha inklusif bagi pelaku UMKM lokal, khususnya sektor kuliner, dengan konsep tertata, bersih, dan ramah keluarga. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus destinasi kuliner baru di kawasan Banguntapan, Bantul.

Program ini juga memperlihatkan model kolaborasi lintas kelembagaan. PCM Banguntapan Selatan menggandeng BUMDES Potorono Bantul sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dan penguatan kelembagaan usaha. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara organisasi keagamaan dan badan usaha desa dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Perwakilan BUMDES Potorono menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan ini membuka ruang baru bagi pengembangan UMKM desa yang lebih terstruktur dan berbasis nilai sosial-keagamaan.

Dengan diluncurkannya Taman Kuliner Ahmad Dahlan, Muhammadiyah Banguntapan Selatan menunjukkan bahwa gerakan masjid dan ekonomi umat bukanlah konsep abstrak, melainkan dapat diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ke depan, taman kuliner ini diharapkan menjadi model replikasi bagi PCM lain dalam mengembangkan dakwah ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berakar kuat di tengah masyarakat.

You may also like these