Banguntapan – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah Banguntapan Selatan sukses menggelar Tabligh Akbar Ahad Pon ke-65 pada Ahad, 15 Juni 2025, bertempat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara ini menghadirkan dua tokoh penting Muhammadiyah, yakni Prof. Dr. Muchlas M.T (Rektor UAD sekaligus Ketua Majelis Pustaka PP Muhammadiyah) dan Dr. Muh Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A (Ketua PWM DIY) sebagai narasumber utama.
Sambutan Penuh Semangat: Sinergi UAD dan Muhammadiyah
Ketua PCM Banguntapan Selatan, Dr. Aris Abdullah, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian rutin Ahad Pon telah berjalan sejak tahun 2016. Meski sempat terhenti akibat pandemi, kini kegiatan tersebut kembali digiatkan dan mendapatkan respons antusias dari masyarakat.
Dr. Aris juga mengapresiasi partisipasi aktif 86 pegawai UAD yang tergabung dalam ranting dan cabang Muhammadiyah setempat. “Ini bentuk nyata sinergi antara akademisi dan gerakan dakwah,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Muchlas, M.T. menyampaikan rasa syukurnya karena UAD dapat menjadi tuan rumah acara ini. Ia menekankan pentingnya memberdayakan pegawai dan penerima beasiswa UAD untuk terlibat aktif di semua level kepemimpinan Muhammadiyah. “Kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuhnya kader umat yang mencerahkan,” tegasnya.
Tausiyah Pencerah: Membangun Karakter Mukhbit sebagai Pilar Umat
Dalam ceramahnya, Dr. Muh Ikhwan Ahada menyoroti pentingnya membangun karakter “Mukhbit”, merujuk pada Surah Al-Hajj ayat 34. Menurutnya, Mukhbit merupakan sosok yang menjadi fondasi kebangkitan umat. Ia menguraikan empat karakter utama seorang Mukhbit:
-
Hati yang Selaras dengan Allah
Selalu terhubung dengan Allah, menjadikan-Nya prioritas dalam hidup dan keputusan. -
Sabar Menghadapi Ujian
Tidak mudah mengeluh, melihat musibah sebagai sarana penghapus dosa dan peningkat derajat. -
Menjaga Shalat Berkualitas
Menunaikan shalat tepat waktu, berjamaah di masjid, dan menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan. -
Ringan dalam Berinfak
Memberi dengan hati ikhlas, tanpa pamrih, serta meyakini infak sebagai penyuci harta dan jiwa.
Tak hanya itu, Dr. Ikhwan juga menekankan empat prinsip utama yang perlu dijadikan pegangan hidup:
-
Mengokohkan Aqidah
-
Meluruskan Ibadah
-
Mengoptimalkan Amal Saleh
-
Menggembirakan Kebersamaan dalam Jamaah
Penutup: Ribuan Jamaah, Harapan Kebangkitan Umat
Acara ini dihadiri lebih dari 2.000 jamaah dari berbagai daerah. Tabligh Akbar ditutup dengan doa bersama, memohon agar nilai-nilai Mukhbit dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi erat antara UAD dan Muhammadiyah, kegiatan ini menjadi bukti nyata upaya penguatan karakter umat menuju masyarakat yang lebih berkemajuan, mencerahkan, dan berdaya saing.